Multikuluralisme Ayu Laksmi

WEMF

Ayu Laksmi dan grupnya, Svara Semesta, dipilih mewakili Indonesia dalam International World Ethnic Music Festival yang diselenggarakan pada tanggal 25 dan 26 November di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center. Mereka tidak sendiri. Dalam kegiatan yang merupakan salah satu rangkaian World Culture Forum 2013 tersebut, Ayu Laksmi-Svara Semesta juga akan oleh diperkuat Magic Finger Balawan.

Keberadaan Ayu Laksmi-Svara Semesta memang tidak perlu diragukan lagi. Meskipun masih terhitung begitu muda, Ayu Laksmi-Svara Semesta telah mampu menjadi magnet dengan ciri khasnya yang kental.

Sejak terbentuk pada penghujung tahun 2010 silam, Svara Semesta yang digerakkan Ayu Laksmi telah berhasil membuktikan diri sebagai salah satu kekuatan dalam khasah world music. Tidak hanya di tanah air, melainkan juga dalam pergaulan internasional.

Ayu Laksmi menjelaskan, tidak hanya Svara Semesta saja yang akan mengawal dirinya dalam pertunjukan itu. Beberapa maestro musik tradisi nusantara menyertainya pula, seperti I Made Subandi, I Ketut Lanus, Sutendri Yusuf, dan Saat Borneo (Mochammad Saat Syah), termasuk Magic Finger Balawan.

Seperti diketahui, Balawan adalah seorang gitaris yang sangat berbakat dengan gaya permainan yang sangat khas, yang di kenal dengan teknik “Touch Tapping Style”. Sebuah permainan yang memanfaatkan ke delapan jari untuk memainkan tap pada fretboard. Sekilas permainan ini terlihat seperti permainan piano: permainan bass, chord dan melody, semuanya dimainkan jari kiri dan jari kanan, nyaris tanpa dipetik.

“Konsep berkesenian kami (Ayu Laksmi-Svara Semesta) adalah membuka dan memberi ruang bagi siapa saja, dan tentu sungguh membahagiakan. Ini merupakan hadiah yang begitu megah dari Sang Maha karena kebetulan di saat penyelenggaraan festival ini, saya genap berusia 46 tahun. Terpilihnya kami mewakili Indonesia dalam kegiatan ini juga menjadi hadiah bagi grup Svara Semesta yang menginjak usia tiga tahun,” ucapnya.

Beberapa karya original Ayu Laksmi yang terangkum dalam album musikal Svara Semesta akan dinyanyikan dalam event tersebut. Selain itu, mereka juga akan memainkan komposisi ciptaan Balawan yang begitu kental dengan nuansa Bali dinamis.

Multikultur
Meskipun secara hitungan usia Svara Semesta masih terbilang begitu muda, namun secara kualitas, kelompok ini sungguh bertolak belakang. Svara Semesta merupakan komunitas kreatif yang selama ini mengisi dinamika berkesenian di Bali. Hampir seluruhnya merupakan orang-orang yang kompeten di bidangnya. Mereka memiliki ciri dan karakteristik yang khas yang mampu memberi warna dan keberagaman dalam musikalitas.

Ayu Laksmi rupanya mampu mengikat mereka dengan berbagai perbedaan dan keberagaman tersebut. Hal ini tentu tak lepas dari sosoknya yang multikultur. Ia sungguh terbuka akan keragaman seni dan kesenian yang beragam. Dengan demikian, bukanlah sesuatu yang baru jika mereka selalu menyajikan sebuah pertunjukan yang segar dan dalam, dengan dinamika yang terjaga. Mereka terbiasa memadukan berbagai bentuk kesenian: musik, sastra (puisi), teater, tari, dalam satu pertunjukan sederhana yang jalin-menjalin, saling rangkai, utuh, dan padu.

Dalam karya-karya originalnya, secara tak langsung, Ayu Laksmi menegaskan pilihan dan sikap hidupnya tersebut. Ia menciptakan komposisi yang sungguh mencerminkan ke-bhinneka-an dalam dirinya, yang diramunya secara sederhana.

Kesederhanaan memang begitu terasa: entah itu secara lirik maupun musikalitas atau kekuatan bunyi. Namun, ia berani menyampaikan kisah dalam musik dan lagu dengan menabrak barikade dan aturan yang berlaku secara umum. Dengan kejujuran, keluguan, kesederhanaan, dan penjelajahan tanpa batas itulah, Ayu Laksmi akhirnya bisa benar-benar mewakili imaginasi dan khayalan manusia yang memang tanpa batas.

Karya musikal yang terangkum dalam album Svara Semesta ini merupakan ruang kontemplatif bagi dirinya sendiri. Dalam ruang itu ada pergulatan, ada kerinduan, ada keindahan, juga ada perbedaan. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa Svara Semesta merupakan renungan terdalam Ayu Laksmi tentang perjalanan hidupnya.

“Hidup ini mengagumkan, dan selalu mengagumkan. Kita tidak pernah tahu apa yang akan diberikan semesta kepada kita. Maka, saya hanya ingin menjalaninya dengan sederhana dan bahagia. Itu saja,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *