Soft Diplomacy Indonesia Berhasil Tarik Perhatian Warga Tunisia dan Maroko

Tunis – Dalam rangka melakukan soft diplomacy, delegasi seni budaya Indonesia melakukan perjalanan ke Tunisia dan Maroko pada 17- 27 Maret 2016. Delegasi ini terdiri dari seniman musik, tari, teater, designer dan sutradara film.

Ketua Delegasi Amalia Pulungan mengatakan, partisipasi mereka dalam Hammamet Carnival punya dua tujuan. Pertama, sebagai soft diplomacy dalam membangun kesepahaman demokrasi Negara Selatan Selatan. Kedua, untuk memberikan informasi seluas-luasnya tentang Indonesia, yang berkaitan dengan seni dan budaya.

Dengan informasi itu, diharapkan akan meningkatkan ketertarikan tentang Indonesia, sehingga terjadi peningkatan kunjungan wisata dari Tunisia, Afrika dan negara-negara lainnya yang terlibat dalam acara tersebut. Amelia lebih lanjut menjelaskan, pemerintah sangat serius mengikuti acara ini, dan mendapat apresiasi yang besar dari peserta lainnya

“Kunjungan dab pementasan di Carnival Hammamet Tunisia merupakan program yang pertama kali dilakukan di tengah situasi Tunisia yang kehilangan banyak turis,” ujarnya.

Menurut Amelia, Dubes Indonesia untuk Tunisia, Ronny Yuliantoro, menyatakan secara langasung bahwa acara ini mendapat apresiasi dari banyak kelompok di Tunisia. Dan KBRI Tunisia satu-satunya kedutaan besar yang berpartisipasi dan berkontribusi di semua acara di Hammamet.

Delegasi Indonesia terdiri dari empat orang seniman yang berasal dari Bali mewakili 4 komunitas yang berbeda diantaranya Ayu Laksmi dari komunitas musik Svara Semesta, Cok Sawitri komunitas Teater, Eka Putri mewakili Sanggar Cudamani serta Gentorang dari Sanggar Bajra Sandhi. Mereka berkolaborasi untuk menampilkan seni pertunjukan.

Delegasi Indonesia juga menampilkan fashion show karya designer muda Amanda I Lestari, yang menampilkan design yang terbuat dari Tenun Baduy.
Karya dan seni pertunjukkan yang ditampilkan oleh seniman ini disambut meriah oleh publik Tunisia.

Setelah melaksanakan beberapa imagepertunjukkan di Tunisia rombongan selanjutnya bertolak ke Morroco. Rombongan kesenian ini tidak hanya menggelar sebuah pertunjukkan tapi juga melakukan presentasi dengan beberapa penyelenggara festival. Salah satunya kordinator Fez Festival.

Selain itu, rombongan juga melakukan dialog budaya dengan Madam Najima TayTay, mantan Menteri Kebudayaan Morroco, yang juga Ketua Komunitas Conte Art di Morroco. Tampak hadir mendampingi rombongan istri Dubes Indonesia di Morroco dan staff KBRI setempat.

Dubes RI baik di Tunisia & Morroco mendampingi dan melayani rombongan seniman ini dengan sangat baik. Program soft diplomacy ini mendapat dukungan penuh baik KBRI Tunis maupun KBRI Maroko. Ayu Laksmi seniman dan artis yang berpartisipasi mengatakan sangat terharu atas support yang diterima dari kedua KBRI yg dikunjungi.

Sumber berita : Indeksberita.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *